Chrome Pointer

Selasa, 16 September 2014

Posted by ridwan remin | File under :
Surat Cinta Untukmu, Ibu. Di mana pun Kamu.


Hari ini, tanggal 16 September 2014. Itu artinya satu bulan lagi setelah hari ini adalah hari kelahiranmu. Kalau saja engkau masih hidup, mungkin saat ini usiamu sudah 42 Tahun. Ya, sudah setua itu. Tapi tenanglah, setua apa pun dirimu, engkau akan selalu tampak cantik di ingatanku.

***

Ibu, sedang apa?
Sudahkah engkau bertemu dengan Tuhanmu?
Bagaimana rupanya?
Sesuaikah dengan gambaranmu?

Tidak perlu dijawab, Bu. Aku hanya iseng bertanya.


Ibu, apa kabar?
Tiga tahun yang lalu, seingatku Ibu sedang sakit. Semoga sekarang Ibu sudah sehat, karena kalau Ibu masih sakit, aku bingung, memangnya di akhirat ada Unit Gawat Darurat?

Pertanyaan ini pun tidak perlu dijawab, Bu. Lagi-lagi aku hanya iseng.


Ibu, aku rindu!

Rindu ditelepon berkali-kali kalau aku telat pulang.
Rindu disuruh tidur kalau Ibu melihatku bergadang.
Pokoknya aku rindu, Bu.
Rindu dimomong dan, rindu disayang.
Ibu, rindu nggak sama aku?

Kalau Ibu mau menjawab juga boleh kok. Siapa tahu Ibu lagi iseng.

***

Saat ini mungkin jemariku memang tak lagi bisa menjamahmu, Bu. Namun percayalah, doaku kan selalu menyertaimu. Kadang aku ingin tersenyum saat mengingat kau tengah tertawa. Tapi seringnya aku malah menangis saat menyadari kau telah tiada.

Ibu, peluklah anakmu ini yang selalu merindukanmu di kesunyian malam; di setiap hari.


Telah lelah kumencarimu ke sana ke mari, tak tahunya engkau selalu ada di dalam hati. Keluarlah sesekali, Bu! Itu pun kalau Ibu sedang iseng. Aku tunggu. Aku tunggu keisenganmu.




Tertanda: Anakmu yang Merindu